Bukit Uhud: Bukit Para Syuhada

Maka perang Uhud adalah menjadi salah satu perang yang paling banyak “menguras air mata” bahkan merenggut pejuang-pejuang pilihan di zaman Rosululloh.
Maka nama-nama besar pun gugur sebagai syuhada di Gunung Uhud ini. Perang yang terjadi pada 23 Maret 625 M ini adalah sebuah peperangan yang tidak adil dalam segi jumlah. Dimana tentara muslim berjumlah 700 syuhada melawan 3.000 tentara kafir quraisy pimpinan Abu Sofyan.
Di bukit Ainin rosululloh menempatkan 50 pemanah di bawah komando Abdulloh bin Zubair. Pasukan pemanah inilah pasukan kunci tidak hanya melindungi pasukan muslim di belakang bukit namun sekaligus pasukan penghalau musuh yang datang dari depan. Maka Rasululloh berpesan kepada para pemanah ini.””Gunakan panahmu terhadap kavaleri musuh. Jauhkan kavaleri dari belakang kita. Selama kalian tetap di tempat, bagian belakang kita aman. jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami menang, jangan bergabung; jika kalian melihat kami kalah, jangan datang untuk menolong kami.”
Namun, sayangnya perintah ini telah dilanggar ketika pasukan moslem memenangi pertempuran, pasukan pemanah turun untuk memunggut harta rampasan perang. Saat itulah pasukan Kafir Quraisy kembali menyerang.
Maka nama nama besar Syuhada muslim gugur di Gunung Uhud ini. Tercatat 65 Syuhada gugur di medan perang ini. Mulai dari Hamzah bin Abdul Mutholib ra, Mush’ab bin Umar ra, Syammas bin Utsman ra, dan syuhada besar lainnya.
Assalaamu ‘alaikum yaa syuhadaa-i uhudin. Allaahummjzihim ‘anil islaami wa ahlahu wa afdhalal jazaa-i warfa’ darajaatihim wa akrim maqaamahum bifadhlika wakaramika yaa akramal akramiin.